Filosifi Dan Kajian Analisis Semiotik

Filosofi Ketupat

  1. Mencerminkan Beragam Keslahan Manusia

2. Kesucian Hati




3. Mencerminkan Kesempurnaan

4. Saling Memaafkan

Denotasi: makanan yang terbuat dari beras yang dimasukkan ke dalam anyaman pucuk daun kelapa, berbentuk kantong segi empat, dan dimakan sebagai pengganti nasi.

Konotasi: ketupat adalah makanan yang identik dengan hari raya khususnya  Idul Fitri

Mitos : masyarakat muslim Indonesia menjadikan ketupat sebagai makanan khas atau wajib pada hari raya khususnya Idul Fitri karna memiliki filosofi, tradisi krupat (kupat) lebaran menurut cerita adalah simbolisasi ungkapan dari bahasa Jawa Ku = ngaku (mengakui) dan pat = lepat (kesalahan) yang digunakan Sultan Kalijagga dalam mensyiarkan agama Islam di Pulau Jawa yang pada waktu itu masih banyak yang meyakini kesakralan kupat.

Ideologi : Tradisi ketupat lebaran sudah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat muslim Indonesia, bahkan lebaran menjadi tidak lengkap tanpa ada hidangan ketupat. Istilah ketupat lebaran sudah menjamur di semua kalangan umat Islam terutama di Pulau Jawa. Ketupat atau kupat sangatlah identik dengan perayaan Hari Raya Idul Fitri. Terbukti dengan adanya ucapan “Selamat Idul Fitri” tertera gambar dua buah ketupat atau lebih.

Asimilasi budaya dan keyakinan ini akhirnya mampu menggeser kesakralan ketupat menjadi makanan yang selalu ada di saat umat Islam merayakan lebaran sebagai momen yang tepat untuk saling meminta maaf dan mengakui kesalahan.

Please rate this

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.