Sastra dan fungsinya

Alaul Akrom

Sastra dan Fungsinya

sastra adalah hasil dari bermacam-macam kegiatan seni kreatif dengan objek tujuan manusia dan seluruh kehidupannya yang menggunakan bahasa sebagai medianya. Sastra memiliki lima fungsi seperti yang disebutkan oleh Kosasih (2011:194):
1. fungsi rekreatif, yaitu memberikan rasa senang, gembira, serta menghibur.
2. fungsi didaktif, yaitu mendidik para pembaca karena nilai–nilai kebenaran dan kebaikan yang ada di dalamnya.
3. fungsi estetis, yaitu memberikan nilai–nilai keindahan.
4. fungsi moralitas, yaitu mengandung nilai moral yang tinggi sehingga para pembaca dapat mengetahui perihal yang baik dan buruk.
5. fungsi religuisitas, yaitu mengandung ajaran agama yang dapat dijadikan teladan bagi pembacanya.

Sastra adab adalah sastra yang yang bertujuan memberikan pendidikan kepada setiap orang yang mendengarkannya. Oleh karena itu sastra adab merupakan salah satu aliran dalam sastra yang ada di Indonesia, sebagaimana juga sastra di berbagai negara.

Sastra dan Nilai Pendidikan dan Moral
Sastra pada dasarnya hanyalah hasil seni tentang manusia dan seluruh kehidupannya yang menggunakan bahasa sebagai medianya, dan sama sekali tidak terikat dengan nilai-nilai tertentu termasuk sosial dan keagamaan.
Adapun istilah adab dalam bahasa arab yang digunakan untuk menyebut sastra merupakan majaz yang dalam hal ini adalah penyebutan sesuatu dengan nama salah satu bagiannya (ithlaqul juz’ wa irodatul kull), oleh karena itu dapat kita temukan di dalam bahasa arab aliran sastra yang sangat bertentangan dengan nilai-nilai pendidikan dan moral yang disebut dengan aliran hija’ yang berisi umpatan kepada seseorang. Oleh karena itu sama sekali tidak ada benturan antara penamaan adab untuk sastra dan adanya karya-karya sastra yang jauh sekali dari nilai-nilai pendidikan dan keagamaan.
Begitu juga dengan penamaan sastra dalam bahasa Indonesia yang diambil dari sas dan tra yang berarti media mendidik. Bukan berarti semua yang tidak sesuai dengan nilai pendidikan dan moral tidak bisa disebut sastra, karena penamaan tersebut hanyalah melihat dari penggunaan sastra yang lebih sering dijadikan media untuk mendidik dibandingkan dengan penggunaannya untuk yang lain.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here